Langkah ke 8 Sapto Satrio Mulyo Teras Tanjungsari

ATM di Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor

Ilustrasi Gerai ATM - Foto Istw
Agen BRILink Toko Elah di Tanjungsari
Alamat: Pasir Tj., Tanjungsari, Bogor, Jawa Barat 16840
Jam buka:
Buka ⋅ Tutup pukul 22.00
Provinsi: Jawa Barat

Agen BRILINK tegascell Endoel di Tanjungsari
Alamat: Tegalasem, Tanjungrasa, Tanjungsari, Bogor, Jawa Barat 16840
Jam buka:
Buka ⋅ Tutup pukul 06.00 hari Jum
Provinsi: Jawa Barat
Telepon: 0822-2715-4333


KOMUNITAS TANAH IMPIAN: "PROMOSI GRATIS BAGI UMKM KABUPATEN BOGOR"

Sektretariat Tanah Impian Kabupaten Bogor
Bogor (TerasTanjungsari) - Komunitas Tanah Impian, adalah komunitas yang berkomitmen memajukan potensi daerah berbasis kearifan lokal. Komunitas ini didirikan pada tahun 2010. Saat ini, Komunitas Tanah Impian terdapat di seluruh wilayah Nusantara.

Salah satu program kerja Tanah Impian Kabupaten Bogor, adalah pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UMKM), melalui "Promosi Gratis" di media online:

Promosi Gratis diperuntukan bagi UMKM meliputi bidang usaha: home industry, rumah makan, bengkel, jual-beli mobil, showroom kendaraan, dan lain-lain.

Bagi yang berminat, dapat menghubungi kami.

Sekretariat Tanah Impian Kabupaten Bogor
Alamat : Komplek Pertanian Atsiri Permai, Jalan Kecubung Raya Nomor 3 Desa Ragajaya, Kabupaten Bogor
Telp/WA 085322928018

APA ITU POLITISI POLITIKUS, DAN APA ITU POLITISI NEGARAWAN

Cibinong, (TerasTanjungsari) - Mungkin Sobat akan bertanya? Apakah ada perbedaan, antara Politisi Politikus dengan Politisi Negarawan? Keduanya khan sama-sama Politisi.

Sepintas memang tidak ada bedanya, sama-sama ingin merebut kekuasaan...

Berjuang membangun Bangsa Indonesia, tidak harus melalui karir menjadi “Politisi Politikus”, yang jalannya, hanya melalui lembaga-lembaga politik yang sudah dikuasi oleh politisi-politisi yang mapan dan tetap berjuang demi kekuasaannya semata.

Seorang pencari kekuasaan (Politisi), seyogyanya mempunyai cita-cita, bahwa kekuasaan yang dicapainya kelak, menjadi alat untuk membangun Bangsa-nya sendiri, bukan bangsanya orang lain – seperti sekarang ini – Freeport contohnya.

Sementara Politisi Politikus yang ada saat ini, mereka hanya ingin mempertahankan eksistensinya dalam kelihaiannya mamanajemeni kondisi yang chaos. Ibarat orang sedang bermain selancar, jika gagal sampai di tepi, ia pun kembali terombang-ambing dalam kekacauan itu sendiri.

Kita tahu sekarang ini, Politisi Politikus hanya untuk gaya-gayaan, tidak mengena pada eksistensi peran yang seyogyanya diterapkan untuk Bangsa ini.

Oleh karenanya saya membedakan secara dikotomi, antara “Politisi Politikus” (Kucing yang jadi Politisi) dengan “Politisi Negarawan” (Anjing yang jadi Politisi)

Kondisi sekarang ini memang ibarat tembok besar yang ada didepan kita, hal ini mengingat Negara-negara Barat dan Negara-negara Timur Tengah yang sudah lebih solid, bekerja sama dengan penghianat-penghianat Bangsa ini, untuk mengombang-ambingkan ombak yang sedang dipakai selancar oleh Politisi Politikus WNI itu sendiri.

Politisi Politikus yang bermain selancar pun, dengan serta merta riang gembira, ketika jatuh dari “papan selancar-nya”, karena mereka tahu bahwa yang membuat ombak tersebut adalah teman-temannya sendiri. Begitulah seorang Politisi Politikus melihat dua kekuatan tersebut di atas, sebagai kawan.

Mengapa sebagai kawan, karena seorang penghianat melihat bangsanya sendiri adalah musuh utamanya.

Kiranya sudah cukup diskripsi tentang Politisi Politikus tersebut. Sekarang apa konkritnya ???

Tembok besar tidak dapat dilawan dengan kekuatan senjata jadul. Kini saatnya kita menggunakan kekuatan akar rumput. Kita punya budaya “Kearifan Lokal”, semua nilai-nilai lokal, tidak terlepas dari pola hidup, pola makan dan makanan yang dimakan, hingga hiburan yang akan kita nikmati.

Kekayaan kita yang berupa fisik, sudah lama dirampok. Sementara, kekayaan kita yang berupa non-fisik, seperti kebudayaan, sudah lama pula dilunturkan oleh kedua kekuatan tersebut di atas.

Jadilah Politisi Negarawan, berjuang tidak harus dari partai, atau jalur politik lainnya. Berikan pembelajaran bagi sekeliling kita, bahwa kita harus mempertahankan segala kekayaan Bangsa ini.

Bagaimana caranya?

Kita bisa belajar sendiri mengenai "Kearifan Lokal" Bangsa kita, bukan nilai-nilai Barat atau Timur Tengah yang dibungkus, seolah-seolah menjadi kebiasaan kita di masa sekarang ini.

Penulis :
Sapto Satrio Mulyo | Foto : Dok. Pribadi

Jokowi, Bukti Bukan Janji

Jokowi Santai tapi Kerja Nyata
Judul Asli :*BUKTI APA LAGI YANG HARUS KAMI TUNJUKAN ?*
  1. Bayar ganti rugi korban LAPINDO.
  2. IKAN Melimpah karena Kapal-kapal  Pencuri ikan ditenggelamkan oleh bu SUSI PUDJIASTUTI.
  3. SINGAPURA Semakin "Segan" Kepada INDONESIA karena kebijakan TAX AMNESTI.
  4. Pulau NATUNA sudah direbut oleh JOKOWI dari tangan CHINA.
  5. Saham FREEPORT 51% untuk INDONESIA.
  6. Mafia PETRAL yang merugikan negara bubar di tangani JOKOWI.
  7.  Bencana KABUT ASAP sudah berhasil diminimalisir nyaris tidak ada lagi.
  8. INDONESIA jadi anggota OTDC karena PDB diatas 1T.
  9. BBM satu harga seluruh INDONESIA di realisasikan.
  10. SERTIFIKAT TANAH untuk rakyat miskin.
  11. Dana desa, KIP, KIS untuk rakyat.
  12. Listrik sudah menyala di desa terpencil
  13. Jalan TRANS PAPUA di selesaikan.
  14. Jalan TRANS SUMATRA dan jalan yang mnghubungkan antar provinsi sedang dalam proses penyelesaian.
  15. Listrik tenaga angin di SIDRAP.
  16. IRIGASI, BENDUNGAN, EMBUN dibangun untuk mengairi sawah pertanian agar bisa panen 3x setahun. ( menuju swasembada pangan)
  17. Pembangunan 10 JEMBATAN GANTUNG di BANTEN sudah selesai.
  18. Pembangunan 32 JEMBATAN GANTUNG sedang dalam penyelesaian.
  19. Bandara KERTAJATI selesai ditangan JOKOWI sehingga menggerakan ekonomi rakyat.
  20. Pelabuhan TANJUNG PRIOK sekarang bisa untuk transit kapal besar sehingga tidak perlu transit di Singapura.
  21. Pemerintahan pak JOKOWI sudah bisa Mencicil utang rezim SBY 1600 T.
  22. Hari SANTRI nasional di berlakukan
  23. Proyek proyek mangkrak dibereskan
  24. HTI pencinta KHILAFA di bubarkan
  25. GOOGLE bayar pajak di wajibkan
  26. Bandar NARKOBA nyawanya dihilangkan
  27. Pengemplang pajak dipaksa ikut aturan
  28. TEAM CYBER pungli di berdayakan
  29. OTT gencar dimana mana
  30. BLOK ROKAN dan BLOK MAHAKAM direbut kembali
  31. OPM kembali kepangkuan ibu pertiwi
  32. Pabrik gula terbesar di lampung
  33. 15 bandara baru disiapkan
  34. Jalan tol 5000 km diselesaikan 3,5th berjalan
  35. PLBN mega di setiap perbatasan
  36. Dunia mengakui kemajuan REPUBLIK INDONESIA
  37. Atlit Berprestasi Diperhatikan dengan Memberikan Bonus sebelum "Keringat Kering".
  38. Bagi Pasien Cuci Darah, Operasi Jantung yang masuk Program BPJS gratis.
  39. Anggaran Dana Desa.  program dana desa telah berhasil membangun jalan desa di seluruh pelosok Indonesia sampai 121.709 kilometer. Belum pernah ada dalam sejarah di Indonesia.
Dan Masih banyak lagi prestasi presiden Jokowi.

Sumber: Warta WA Terkini<br />
Foto: Istimewa

SAPTO SATRIO MULYO - 8 - MAKNA BUDI PEKERTI

  1. Budi Pekerti adalah sebuah sistem didalam pikiran orang waras, yang dapat memberikan keseimbangan, dan keharmonisan dalam hidup bermasyarakat, karena budi pekerti berperan sebagai identitas dan budaya bangsa.
  2. Budi pekerti adalah tingkah laku, perangai, akhlak, dan watak. 
  3. Budi pekerti secara epistimologi, Budi berarti kesadaran, pengertian, pikiran, dan kecerdasan, sementara Pekerti bermakna penampilan, perilaku, yang dapat diartikan sebagai sebuah kesadaran seseorang dalam bertindak dan berperilaku.
  4. Budi pekerti merupakan sebuah sikap positif, juga didalamnya termasuk tindakan sopan santun, yang yang diperoleh dari kebiasaaan yang dilakukan sejak kecil.
  5. Budi pekerti adalah sebuah sikap yang akan terbentuk dalam benak setiap orang waras dengan sendirinya, melalui empatinya yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga dapat diartikan sebagai moral, etika, akhlak mulia, tata krama, dan sopan santun.
  6. Budi Pekerti merupakan ukuran moral yang baik atau buruk, hal ini tergantung pada nurani yang dimiliki oleh seseorang. Apakah dia waras atau tidak,,, 
  7. Budi Pekerti sepertinya sangat mirip dengan moral, tetapi berbeda dengan etika, karena pengertian etika adalah sebuah kebiasaan yang diterima oleh kelompok, organisasi, atau masyarakat tertentu. 
  8. Budi pekerti adalah sebuah nilai luhur yang diturunkan secara turun temurun, dari Leluhur Nenek Moyang Bangsa Indonesia.


Seseorang yang memiliki budi pekerti, akan memiliki moral yang baik, dan akan membentuk etika orang tersebut menjadi baik. Foto - Istimewa

Lomba Kampung Ramah Lingkungan di Kecamatan Gunung Putri

Minggu tgl 7 Oktober 2019, bertempat di lapangan Tegar Beriman, tepatnya di halaman  kantor Bupati Bogor  diadakan penilaian Lomba "Kampung  Ramah Lingkungan"  yang disingkat "KRL"

Lomba yang diselenggarakan oleh Dinas Lingkungan  Hidup  Kabupaten  Bogor, telah memutuskan pemenangnya.

Lomba yang mengambil tema tentang pemberdayaan  masyarakat  kepedulian  terhadap sampah yang bisa diolah kembali, dimenangkan oleh KRL Nanas RW 12 Dusun 3 Desa Karanggan  Kecamatan Gunung Putri mendapatkan nilai terbaik, yakni The Best of The Best.

Oleh : Muharram, SE

Wisata ke Gunung Lendong di Desa Tanjungsari Bogor

Area agrowisata Gunung Lendong yang terletak di Desa Tanjungsari kabupaten Bogor ini, cukup diminati banyak wisatawan kendati jalan belum diaspal.

Untuk mencapai puncaknya para wisatawan harus menempuh jarak lebih dari 10 km dari bawah gunung, sehingga memakan waktu tempuh paling cepat satu setengah hingga dua jam.

Tingginya animo masyarakat untuk berwisata ke tempat ini, seyogyanya Perkebunan kopi seluas 425 hektare ini layak mendapat dukungan dari pemerintah. 

Hal ini mengingat tempat ini dapat menjadi menjadi produk destiniasi wisata unggulanm yang dapat memberikan penghasilan bagi warga setemat. Tempat ini juga merupakan perkebunan kopi terbaik dengan sejuta pohon kopi, yang menyediakan tempat penginapan, sehingga membuat gunung ini cukup dilirik oleh wisatawan dari Jakarta. Foto - Istimewa
Sapto Satrio Mulyo : Kembali ke Kearifan Lokal

Sebuah pola kehidupan peninggalan Leluhur kita yang banyak dilupakan. Sejatinya, Kearifan Lokal tidak bertolak belakang dengan Modernisasi, tetapi justru sebagai rel atau pijakan kemana arah Bangsa ini akan berlabuh dengan Sehat

Tanjungsari yang ber-Kearifan Lokal, pasti lebih maju, Sejahtera Aman Tentram

Bogor Sehat (Sejahtera, Aman dan Tentram)